Penerapan dan pengembangan kain kain non woven

Apa itu kain non woven?

Kain non woven adalah jenis kain yang dibentuk tanpa memerlukan proses pemintalan dan penenunan tradisional.dinyanyikan pembuatan serat pendek atau Filamen menggunakan teknik dan peralatan khusus.

Asal Usul dan Perkembangan kain non woven

kain non woven berasal dari pertengahan abad ke-20 ketika bahan produksinya terutama bergantung pada sisa-sisa pabrik tekstil dan bahan baku bermutu rendah seperti serat hasil regenerasi. -akhir aplikasi.

Pada tahun 1960-an, kain bukan tenunan mulai memasuki bidang medis, khususnya di ruang operasi dan produk perawatan kesehatan, yang selanjutnya mendorong penggunaannya secara luas dalam industri kebersihan dan medis.

Selama tahun 1970-an, industri kain bukan tenunan berkembang ke sektor lain seperti perlengkapan rumah tangga, interior otomotif, dan bahan filtrasi.

Pada tahun 1980-an, permintaan pasar akan kain bukan tenunan meningkat secara bertahap, disertai dengan peningkatan teknologi produksi.Industri beralih dari pemrosesan basah tradisional ke pemrosesan kering, sehingga meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk.

Pada tahun 1990-an, pasar kain bukan tenunan terus berkembang dan berkembang.Dengan kemajuan teknologi dan perubahan permintaan pasar, variasi dan penerapan kain bukan tenunan terus berkembang dan berinovasi.

Saat ini, kain bukan tenunan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri tekstil. Performanya yang luar biasa dan cakupan aplikasinya yang luas menawarkan prospek yang luas untuk dikembangkan di pasar. Misalnya, kain leleh, sebagai bahan inti masker pelindung medis, berperan penting dalam industri tekstil. peran penting selama pandemi, semakin memperluas cakupan penerapan kain bukan tenunan.

Global Nonwoven Market Value
Nilai pasar kain non woven global

Karakteristik dan Keunggulan kain non woven

Karakteristik:
  • Bahan dan Struktur: kain non woven terdiri dari serat yang diikat langsung melalui metode fisik, tanpa benang lusi dan benang pakan, sehingga nyaman untuk dipotong dan dijahit.Memiliki celah serat yang besar dan struktur berpori, sehingga memberikan sirkulasi udara yang sangat baik.
  • Bahan Baku dan Tekstur: Bahan baku utama produksi kain non woven adalah resin polipropilen yang membuatnya ringan dengan tekstur halus dan nyaman di tangan, serta memiliki kelembutan sedang sehingga memberikan kenyamanan.
  • Tahan Air dan Anti Air: Polipropilena tidak menyerap air, menjadikan produk kain non woven anti air dan mudah kering.
  • Kekuatan dan Arah: Produk yang terbuat dari kain non woven memiliki kekuatan tidak terarah, dengan kekuatan serupa baik pada arah memanjang maupun melintang.
Keuntungan:
  • Ramah Lingkungan dan Dapat Digunakan Kembali: kain non woven adalah produk ramah lingkungan, tidak berbahaya, tidak beracun, tidak berbau, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit.Dapat didaur ulang dan digunakan kembali, selaras dengan prinsip lingkungan.
  • Ketahanan Antimikroba dan Korosi: Polipropilena adalah bahan kimia inert yang tahan terhadap kerusakan serangga dan dapat mengisolasi bakteri dan serangga dari cairan korosif, menjadikannya antimikroba dan tahan terhadap korosi alkali.
  • Tahan Air dan Tahan Kelembapan: Karena ketahanan panas, ketahanan korosi, dan ketahanan kimia polipropilen yang sangat baik, kain non woven menunjukkan sifat tahan air dan kelembapan yang luar biasa, yang secara efektif melindungi barang kemasan.
  • Penerapan Luas: kain non woven banyak digunakan di berbagai bidang seperti medis, pakaian, dan bahan pengisi.Beragam sifat dan keunggulannya memungkinkannya memenuhi kebutuhan berbagai industri.

Peran kain non woven dalam Industri Tekstil

Munculnya kain bukan tenunan telah merevolusi prinsip-prinsip tekstil tradisional. Dengan alur pemrosesan yang singkat, kecepatan produksi yang cepat, output tinggi, biaya rendah, dan aplikasi serbaguna, kain ini dengan cepat digunakan secara luas di industri tekstil. Dapat digunakan tidak hanya untuk memproduksi Berbagai barang rumah tangga seperti tas belanja, seprai, dan tirai tetapi juga dapat diterapkan di bidang medis, kebersihan, pertanian, dan bidang lainnya, memenuhi beragam kebutuhan industri yang berbeda.

Kain bukan tenunan, dengan kinerjanya yang luar biasa dan variasi yang beragam, telah memenangkan hati pasar. Karakteristiknya seperti tahan lembab, mudah bernapas, fleksibel, ringan, dan mudah terurai memberikan keunggulan unik dalam industri tekstil. Selain itu, kain bukan tenunan sangat dapat disesuaikan , memungkinkan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, sehingga memenuhi beragam permintaan pasar.

Pentingnya kain bukan tenunan dalam industri tekstil semakin meningkat. Semakin banyak konsumen yang memperhatikan kinerja lingkungan dari produk, dan kain bukan tenunan, sebagai bahan ramah lingkungan dengan fitur daur ulang dan penguraian, sejalan dengan konsep modern pembangunan berkelanjutan Oleh karena itu, pangsa pasar kain bukan tenunan di industri tekstil terus berkembang.

Prinsip Produksi dan Proses kain non woven

Prinsip Produksi:

Prinsip produksi kain non woven didasarkan pada ikatan langsung serat, bukan proses pemintalan dan penenunan tradisional.Ini menggunakan metode fisik, kimia, atau mekanis untuk menyusun serat atau filamen secara terarah atau acak, membentuk struktur jaringan berserat. Struktur ini kemudian diperkuat melalui berbagai cara untuk menghasilkan bahan mirip kain dengan tingkat kekuatan dan stabilitas tertentu.

Alur proses:
  1. Persiapan Serat: Pertama, dipilih bahan baku serat yang sesuai seperti serat poliester atau serat polipropilen.Serat ini menjalani tahap pra-pemrosesan seperti pembersihan, pengeringan, dan pemotongan untuk memastikan kualitas dan kesesuaiannya.

  2. Pembentukan Jaringan Serat: Serat yang telah diproses kemudian dibentuk menjadi jaringan berserat menggunakan metode mekanis atau peletakan udara.Proses ini dapat mencakup carding, peletakan, dan langkah-langkah lain untuk memastikan distribusi dan orientasi serat yang seragam dalam jaringan.

  3. Konsolidasi Web: Setelah pembentukan jaringan berserat, perlu dikonsolidasikan untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitasnya. Metode konsolidasi meliputi ikatan termal, ikatan kimia, peninjuan jarum, atau hidroentangling. Metode-metode ini saling mengunci dan memperbaiki serat-serat dalam jaringan, membentuk kain non woven dengan ketebalan dan kepadatan tertentu.

  4. Pasca perawatan: kain non woven yang dikonsolidasi dapat menjalani langkah-langkah pasca perawatan tambahan seperti pengeringan, pembentukan, pemotongan, dan pengemasan.Langkah-langkah ini membantu untuk lebih meningkatkan kinerja dan kualitas penampilan kain bukan tenunan serta memenuhi persyaratan aplikasi tertentu.

Persiapan dan Pengolahan Serat

Persiapan dan Pengolahan Serat

Persiapan Serat:

  • Pemilihan Bahan Baku Serat: Pemilihan bahan baku serat sangat penting untuk kualitas kain non woven.Bahan baku serat yang umum meliputi serat alami (seperti katun, wol, linen, sutra, dll.) dan serat sintetis (seperti serat poliester , serat poliamida, serat akrilik, dll.) Bahan baku serat yang sesuai dipilih berdasarkan tujuan penggunaan dan persyaratan kain bukan tenunan.
  • Pra-pemrosesan: Sebelum diproses lebih lanjut, bahan baku serat biasanya menjalani langkah-langkah pra-pemrosesan seperti pembersihan, pengeringan, dan pemotongan untuk menghilangkan kotoran, menyesuaikan panjang serat, dan memastikan kualitas serat.
Pengolahan Serat:
  • Pembukaan Serat: Tujuan pembukaan serat adalah untuk membubarkan dan mengendurkan serat untuk pembentukan jaringan serat selanjutnya.Hal ini biasanya dicapai melalui metode mekanis atau kimia untuk memastikan bahwa serat berada dalam keadaan longgar dan didistribusikan secara merata ke seluruh struktur jaringan.
  • Fiberisasi: Fiberisasi melibatkan serangkaian langkah pemrosesan untuk mengubah bahan mentah serat menjadi serat yang dapat dipintal. Ini termasuk pembukaan, pembersihan, pencampuran, pewarnaan, penilaian, dan langkah-langkah lainnya. Pembukaan adalah langkah penting dalam fiberisasi karena memisahkan serat-serat dalam bahan untuk pemrosesan selanjutnya.
  • Peregangan Serat: Setelah fiberisasi, bahan serat memasuki mesin peregangan serat untuk diproses lebih lanjut. Langkah ini melibatkan peregangan, puntiran, pengaturan panas, dan perlakuan lain untuk meningkatkan sifat fisik serat. Selain itu, permukaan serat dapat mengalami pelapisan, pengepresan, dan perawatan lain untuk meningkatkan kehalusan dan kehalusannya.

Teknik dan Peralatan Pembentukan Fiber Web

  • Teknologi Pembentukan Jaring Mekanis: Teknik ini melibatkan penggunaan kekuatan mekanis untuk meregangkan, menyebarkan, dan menjalin bahan serat menjadi struktur seperti jaring. Peralatan seperti mesin carding dan mesin peletakan jaring biasanya digunakan. Serat digaruk dan diletakkan secara merata pada sabuk jaring membentuk jaringan berserat dengan kepadatan dan keseragaman tertentu.

  • Teknologi Pembentukan Jaring Berlapis Udara: Teknik ini memanfaatkan aliran udara untuk menangguhkan dan mengangkut bahan serat ke area pembentuk jaring, di mana serat terjalin ke dalam struktur jaring di bawah pengaruh aliran udara.Mesin berlapis udara biasanya digunakan untuk memproduksi kain non woven yang lembut dan halus produk.

  • Teknologi Pembentukan Web Peninju Jarum: Teknik ini melibatkan penindikan jaringan berserat dengan alat peninju jarum yang dirancang khusus, menyebabkan serat terjalin dan membentuk struktur jaringan.Peninjuan jarum meningkatkan kekuatan dan stabilitas kain non woven dan sering digunakan untuk memproduksi kain non woven yang lebih tebal dan lebih tebal. produk yang lebih padat.

  • Teknologi Pembentukan Web Hydroentangling (Water Jet): Dalam teknik ini, jet air bertekanan tinggi digunakan untuk menyemprot ke jaringan berserat, menyebabkan serat-serat tersusun ulang dan terjalin di bawah aksi hidrolik, mengeras menjadi kain. Hydroentangling menawarkan kecepatan produksi yang cepat, menghasilkan produk tanpa pengikat kimia, mengkonsumsi lebih sedikit energi, dan memiliki aliran pemrosesan yang pendek.Oleh karena itu, banyak digunakan dalam bahan pengemas, bahan filtrasi, bahan kebersihan medis, dan bidang lainnya.

  • Teknologi Pembentukan Jaringan Ikatan Termal: Teknik ini memanfaatkan karakteristik bahan polimer termoplastik. Ketika dipanaskan, beberapa serat atau bubuk lelehan panas melunak dan meleleh, menyebabkan serat saling terikat. Setelah pendinginan, jaringan diperkuat, membentuk bahan bukan tenunan yang terikat termal. Ikatan termal cocok untuk memproduksi produk kain non woven dengan kekuatan dan stabilitas tinggi, seperti geotekstil dan material interior otomotif.

Metode Perekat dan Penguatan

  1. Penyegelan Panas: Metode ini melibatkan pemanasan dan pemberian tekanan untuk melelehkan dan merekatkan dua lapisan bahan kain non woven menjadi satu. Sebelum penyegelan, permukaan bahan perlu dibersihkan untuk memastikan ikatan yang kuat. Tekanan dan suhu yang digunakan dalam penyegelan panas harus disesuaikan berdasarkan jenis dan ketebalan bahan kain nonwoven.

  2. Ikatan Perekat: Metode ini melibatkan penggunaan perekat khusus untuk merekatkan dua lapisan bahan kain non woven menjadi satu. Metode ini sederhana dan nyaman untuk dilakukan. Namun, saat memilih perekat, penting untuk memilih perekat yang mudah menguap dan tahan asam-basa untuk menghindari menggunakan zat berbahaya.

  3. Jahitan: Metode ini melibatkan penjahitan dua lapis bahan kain non woven secara bersamaan menggunakan jarum dan benang. Metode ini memberikan tingkat kekuatan yang tinggi dan sangat cocok untuk menyambung bahan kain bukan tenunan yang lebih tebal. Saat menjahit, perhatian harus diberikan pada pola jahitan, panjangnya , dan bahan benang untuk memastikan sambungan yang kuat dan estetis.

 

Klasifikasi kain non woven

Menurut proses produksinya, kain non woven dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berikut:

  1. kain non woven Hidroentangled: Semburan air halus bertekanan tinggi digunakan untuk menyemprotkan ke jaringan serat, menyebabkan serat terjalin dan mengeras, sehingga memberikan tingkat kekuatan tertentu pada kain.

  2. kain non woven Berikat Termal: Jaring berserat diperkuat dengan menambahkan bahan pengikat termoplastik berserat atau bubuk, lalu dicairkan dan didinginkan dengan panas untuk mengeras menjadi kain.

  3. kain non woven Berlapis Udara: Juga dikenal sebagai kertas bebas debu atau kain bukan tenunan kertas kering.

  4. kain non woven Lapis Basah: Bahan baku serat yang ditempatkan dalam media air dibuka menjadi serat tunggal, kemudian dibentuk menjadi jaring dalam keadaan basah dan selanjutnya dipadatkan menjadi kain.

  5. kain non woven Spunbond: Jaringan berserat mengalami metode adhesi sendiri, ikatan termal, ikatan kimia, atau penguatan mekanis untuk diubah menjadi kain bukan tenunan.

  6. kain non woven yang dilubangi dengan jarum: Jaring berserat longgar diperkuat menjadi kain dengan aksi menusuk jarum.

Menurut aplikasinya, kain non woven dapat diklasifikasikan ke dalam kategori berikut:

  1. Produk Medis dan Kebersihan: Seperti baju bedah, topi, masker; seprai rumah sakit, sarung bantal; pembalut wanita; popok, bantalan inkontinensia; pakaian dalam sekali pakai, dll.

  2. Pakaian dan Alas Kaki: Seperti interlining, bantalan bahu; pakaian kerja, pakaian tahan debu, bantalan isolasi termal, pakaian anak-anak, suede sintetis, kulit sintetis, sol sepatu, dll.

  3. Dekorasi Rumah Tangga: Seperti karpet, penutup dinding; tas belanja, kain pelapis sofa, seprei, seprai, gorden, dll.

  4. Kain Industri: Seperti pemisah baterai, bahan filtrasi, kain pemoles, kain insulasi listrik, pelapis pintu mobil, kempa insulasi suara, bantalan insulasi panas, berbagai kain lap industri, dll.

Kinerja dan Aplikasi kain non woven

Pertunjukan:

  • Ringan: kain non woven, terutama terbuat dari resin polipropilen, memiliki berat jenis hanya 0,9, yaitu tiga perlima dari kapas, halus dan nyaman di tangan.
  • Kelembutan: Terdiri dari serat halus dan dibentuk melalui peleburan dan pengikatan termal, kain non woven memiliki kelembutan sedang dan memberikan rasa nyaman.
  • Anti Air dan Bernapas: kain non woven tidak menyerap air, dengan kadar air nol.Produk akhir menunjukkan ketahanan air yang sangat baik, dan karena struktur berpori yang terdiri dari 100% serat, ia memiliki kemampuan bernapas yang baik, menjaga permukaan kain tetap kering.
  • Ramah lingkungan dan tidak beracun: Produk yang terbuat dari kain non woven menggunakan bahan baku tingkat FDA, memastikan produk tersebut tidak beracun, tidak berbau, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit, menjadikannya aman dan nyaman.

Aplikasi:

  • Bidang Medis dan Kebersihan: kain non woven banyak digunakan di bidang medis dan kebersihan, seperti gaun bedah, pakaian pelindung, pembungkus desinfeksi, masker, popok, dan pembalut wanita.Karakteristiknya yang tidak beracun dan tidak menyebabkan iritasi membuatnya sangat cocok untuk suplai medis.
  • Dekorasi Rumah: kain non woven juga dapat digunakan untuk dekorasi rumah, seperti penutup dinding, taplak meja, sprei, dan seprai, menghadirkan rasa nyaman pada lingkungan rumah karena kelembutan dan sirkulasi udaranya.
  • Pakaian: Dalam industri pakaian jadi, kain non woven biasa digunakan sebagai pelapis, perekat interlining, bantalan, pembentuk kapas, berbagai substrat kulit sintetis, dll. Karakteristiknya yang ringan dan lembut membuat pakaian lebih ringan dan nyaman.
  • Aplikasi Industri: Dalam industri, kain non woven digunakan sebagai bahan filtrasi, bahan insulasi, kantong pengemas semen, geotekstil, kain pembungkus, dll. Ketahanan terhadap kelembapan dan ketahanan api membuat kain bukan tenunan tidak tergantikan di bidang industri.
  • Pertanian: Di bidang pertanian, kain non woven digunakan untuk perlindungan tanaman, budidaya bibit, kain irigasi, tirai isolasi termal, dll., menyediakan lingkungan pertumbuhan yang menguntungkan bagi tanaman.

Selain itu, kain non woven banyak digunakan di bidang lain seperti kapas luar angkasa, bahan isolasi termal dan isolasi suara, bantalan penyerap minyak, ujung filter rokok, amplop kantong teh, dll. Dengan meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, penerapan kain bukan tenunan kain di bidang barang konsumsi, furnitur, pertanian, dan perlindungan lingkungan secara bertahap berkembang. Dengan kinerjanya yang sangat baik dan beragam aplikasi, kain bukan tenunan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Selain itu, dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan dan perluasan pasar, masa depan prospek penerapan kain bukan tenunan akan lebih luas.

Situasi Saat Ini dan Prospek Pasar kain non woven

Situasi saat ini:

  1. Persaingan Pasar yang Ketat: Pasar kain non woven menghadapi persaingan yang ketat dengan tingkat homogenisasi produk yang signifikan.Penerapan luas kain bukan tenunan di berbagai bidang seperti kebersihan medis, dekorasi rumah, pakaian jadi, dan industri telah meningkatkan persaingan pasar.
  2. Tingkat Teknologi dan Kualitas Produk: Saat ini, teknologi produksi kain non woven poliester masih tertinggal sehingga menimbulkan kesenjangan tertentu dengan tingkat luar negeri yang sudah maju. Situasi ini mengakibatkan kualitas produk berfluktuasi sehingga mempengaruhi daya saing pasar. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, teknologi produksi juga semakin meningkat. kain bukan tenunan poliester diharapkan meningkat secara bertahap, sehingga menghasilkan peningkatan kualitas produk yang stabil.
  3. Investasi Bahan Baku dan Peralatan: Bahan baku utama kain non woven adalah polipropilen, dan fluktuasi harganya berdampak langsung pada harga kain bukan tenunan. Selain itu, perbedaan peralatan produksi juga mempengaruhi kualitas kain bukan tenunan. Perbedaan dalam peralatan dan investasi teknologi mengakibatkan perbedaan kain bukan tenunan dalam hal kekuatan tarik, teknik perawatan permukaan, keseragaman, dan rasa tangan.

Prospek:

  1. Perkembangan Didorong oleh Inovasi Teknologi: Dengan kemajuan teknologi, teknologi produksi kain non woven akan terus maju, sehingga mengarah pada peningkatan kualitas produk dan peningkatan daya saing pasar.
  2. Meningkatnya Kesadaran Lingkungan: Permintaan kain non woven sebagai bahan ramah lingkungan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran lingkungan. Kemampuannya untuk didaur ulang dan digunakan kembali tanpa menghasilkan limbah tekstil sejalan dengan persyaratan lingkungan, sehingga menawarkan prospek pasar yang luas.
  3. Permintaan Aplikasi yang Beragam: kain non woven menemukan aplikasi yang luas tidak hanya di bidang tradisional seperti kebersihan medis dan dekorasi rumah tetapi juga di bidang pakaian jadi, industri, pertanian, dan bidang lainnya.Khususnya, dengan berkembangnya sektor seperti hotel, pariwisata, dan dapur, Penerapan handuk kain bukan tenunan dan produk lainnya semakin meluas.

Peran kain non woven dalam Perlindungan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

kain non woven memiliki karakteristik seperti tahan lembab, mudah bernapas, fleksibel, ringan, tahan api, tidak beracun, terjangkau, dan dapat didaur ulang, sehingga dapat diterapkan secara luas di berbagai bidang.

Daur ulang kain non woven secara signifikan mengurangi limbah dari produk sekali pakai, sehingga memberikan dampak positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, kain bukan tenunan terurai relatif cepat, sehingga berdampak minimal terhadap lingkungan. Selama proses pembuatannya, kain bukan tenunan biasanya menggunakan bahan kimia inert, sehingga mengurangi pelepasannya. gas atau polutan berbahaya dan menurunkan pencemaran lingkungan.

Produk kain non woven terbuat dari bahan yang dapat terurai secara hayati, sehingga dapat terurai dengan cepat setelah digunakan, sehingga semakin mengurangi dampak terhadap lingkungan dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang kain non woven

kain non woven adalah jenis lembaran serat yang diproduksi melalui metode pemrosesan kimia, mekanis, termal, atau basah. Berbeda dengan tekstil tradisional, yang ditenun dari benang, kain bukan tenunan dibuat langsung dari serat pendek atau filamen dengan menggunakan proses dan peralatan khusus. Serat ini bisa bersifat sintetis atau alami, seperti poliester, polipropilen, nilon, dan lain-lain.Kain bukan tenunan dicirikan oleh daya serap air yang sangat baik, kemudahan bernapas, kelembutan, daya tahan, dan ketahanan terhadap korosi kimia.

Kain medis dan kebersihan: kain non woven nyaman, aman, dan higienis untuk digunakan. Dapat secara efektif mencegah dan mengendalikan bakteri dan infeksi silang nosokomial, memberikan jaminan aman untuk lingkungan medis. Digunakan untuk membuat gaun bedah, pakaian pelindung, desinfeksi balutan, masker, popok, dan pembalut wanita.

Kain dekorasi rumah: kain non woven bersifat fleksibel, ringan, dan dapat digunakan sebagai penutup dinding, taplak meja, sprei, dan bed cover.

Kain pakaian: Digunakan sebagai interlining, padding, pembentuk kapas, dan berbagai substrat kulit sintetis.

Kain industri: kain non woven tahan lembab dan tahan api, sehingga cocok digunakan sebagai bahan penyaringan, bahan insulasi, kantong pengemas semen, geotekstil, dan kain penutup.

Kain pertanian: kain non woven mudah diatur, lebih ringan, dan memberikan insulasi yang lebih baik.Sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan pelindung tanaman, termasuk penutup pelindung, alas semai, kain irigasi, dan tirai termal.

kain non woven memiliki beberapa keunggulan antara lain ringan, lembut, menyerap keringat, ramah lingkungan, tidak beracun, kuat, tahan abrasi, antimikroba, tahan terhadap bahan kimia, mudah diolah, tahan lembab, tahan api, murah, dan dapat didaur ulang.

Bahan dan Struktur: kain non woven terutama dibuat dari serat pendek atau filamen panjang menggunakan teknik seperti carding, pembentukan web, dan pencetakan, dengan komponen serat utamanya membentuk struktur jaringan.Sebaliknya, tekstil tradisional sebagian besar ditenun atau dirajut dari bahan alami atau serat kimia, membentuk struktur geometris teratur dengan benang atau filamen.

Kinerja dan Aplikasi: kain non woven umumnya digunakan di berbagai bidang seperti sektor medis, kebersihan, industri, dan pertanian, termasuk pembalut medis, produk sanitasi, bahan kedap suara dan isolasi termal, bahan pengemas, dll. Sebaliknya, tekstil tradisional, dihargai karena kemampuan bernapasnya yang baik, penyerapan kelembapan, dan kenyamanannya, dan terutama digunakan dalam produksi pakaian, tekstil rumah, gorden, dll.

Proses Produksi: kain non woven melepaskan diri dari prinsip tekstil tradisional dan mengadopsi teknologi bukan tenunan, sehingga menghasilkan proses produksi yang lebih singkat, laju produksi yang lebih cepat, hasil yang lebih tinggi, dan biaya yang lebih rendah.Tekstil tradisional mengandalkan perkakas dan teknik manual seperti roda pemintal, alat tenun, dll. ., dengan proses yang rumit antara lain pemintalan, penenunan, pencelupan, penyulaman, dan lain-lain.

1. Pra-perawatan: Bahan mentah menjalani proses seperti pencucian dan penggilingan untuk menghilangkan kotoran dan kontaminan, memastikan kemurnian dan kualitas serat.
2. Pencampuran dan Pencampuran: Berbagai jenis serat dicampur bersama untuk membentuk campuran serat. Proporsi berbagai jenis serat dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai sifat fisik dan kimia yang diinginkan
3. Pembentukan Web: Campuran serat diproses melalui carding dan peletakan web untuk membentuk jaringan serat. Carding menyelaraskan serat-serat sementara peletakan web terbentuk struktur seperti jaring
4. Konsolidasi: Jaringan serat dikonsolidasikan menggunakan berbagai metode seperti ikatan termal, ikatan kimia, atau konsolidasi mekanis, sehingga memberikan tingkat kekuatan dan stabilitas tertentu pada kain non woven.
5. Pasca perawatan: Bukan tenunan kain dapat menjalani proses pasca perawatan seperti pelapisan dan pencetakan sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan fungsionalitas dan tampilan produk.

Proses produksi

Peralatan pengolahan air limbah secara efektif menghilangkan zat berbahaya dari air limbah, mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
Peralatan pengendalian polusi udara menghilangkan partikel dan senyawa organik dari gas buang, mencegah kerusakan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Limbah berbahaya, seperti lumpur dari pengolahan air limbah dan debu dari pengendalian pencemaran udara, harus diklasifikasikan, disimpan, diangkut, dan dibuang sesuai dengan peraturan setempat untuk menjamin keselamatan dan perlindungan lingkungan.

Daur Ulang dan Penggunaan Kembali
kain non woven, karena nilainya yang dapat didaur ulang, harus dibuang ke tempat sampah daur ulang atau ditangani oleh perusahaan pengelola limbah khusus.Kain
bukan tenunan daur ulang dapat melalui proses seperti pembersihan, pencacahan, dan regenerasi untuk menghasilkan produk kain non woven baru, seperti tisu pembersih dan bahan insulasi, sehingga mengurangi permintaan bahan mentah dan mengurangi konsumsi sumber daya.

kain non woven dapat didaur ulang dan digunakan kembali. Melalui pengolahan dan pengolahan yang tepat, kain non woven dapat diregenerasi menjadi produk kain bukan tenunan baru atau bahan berharga lainnya. Proses daur ulang ini tidak hanya membantu mengurangi akumulasi limbah namun juga menurunkan permintaan bahan mentah baru, sehingga menghemat energi dan mengurangi pencemaran lingkungan.

1. Masker Medis: kain non woven adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan masker medis. Struktur seratnya yang halus dan kemampuan bernapas yang sangat baik secara efektif memblokir penyebaran mikroorganisme dan partikel, memberikan perlindungan bagi pasien dan petugas kesehatan. Masker memerlukan kelembutan, kemampuan bernapas yang luar biasa, dan kemampuan untuk memblokir dan menyaring bakteri dan debu untuk mencegah infeksi silang.

2. Gaun dan Topi Bedah: kain non woven biasa digunakan dalam pembuatan gaun dan topi bedah karena ketahanan suhu tinggi, ketahanan kimia yang baik, kemampuan bernapas yang sangat baik, dan kelembutan.Dapat mencegah penyebaran mikroorganisme, menyediakan lingkungan yang aman selama prosedur bedah .

3. Pembalut dan Perban Medis: kain non woven dapat digunakan untuk memproduksi berbagai pembalut medis seperti perban berperekat dan perban.Pembalut ini tidak hanya lembut dan nyaman tetapi juga memiliki kemampuan bernapas dan penyerapan air yang baik, sehingga memudahkan penyembuhan dan pemulihan luka.

4. Pembalut Menyusui dan Pembalut Wanita: kain non woven juga sering digunakan dalam pembuatan pembalut menyusui dan pembalut wanita sebagai produk kebersihan sekali pakai.Kelembutan, daya serap kelembapan, dan kemudahan bernapas membuat produk ini lebih nyaman digunakan, memenuhi persyaratan kebersihan dan kebersihan yang tinggi di bidang medis.

5. Seprai Rumah Sakit dan Baju Isolasi: kain non woven juga dapat digunakan untuk membuat sprei rumah sakit dan baju isolasi, membantu mencegah infeksi silang dan menjaga lingkungan medis yang bersih.

kain non woven biasa digunakan dalam produksi berbagai barang dekorasi rumah seperti wallpaper, sprei, bed cover, dan taplak meja.Produk-produk ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki karakteristik seperti kelembutan, sirkulasi udara, dan ringan sehingga menjadikan lingkungan rumah lebih nyaman. nyaman dan menyenangkan.

kain non woven juga banyak digunakan dalam pembuatan tirai.Karena sifat transmisi cahaya dan perlindungan privasinya yang sangat baik, tirai kain bukan tenunan dapat memastikan pencahayaan dalam ruangan yang cukup sekaligus secara efektif menghalangi pandangan luar, memberikan rasa privasi di rumah.

Selain itu, kain non woven sering digunakan dalam produksi berbagai bahan kedap suara.Struktur seratnya yang unik dan kinerja penyerap suara yang sangat baik menjadikan kain bukan tenunan pilihan ideal untuk kedap suara di rumah, membantu mengurangi gangguan kebisingan dan meningkatkan kualitas hidup.

Dalam produksi aksesoris kamar mandi, kain non woven juga memiliki kinerja yang sangat baik, misalnya dapat digunakan untuk membuat handuk, handuk mandi, dan produk kamar mandi lainnya, yang disukai konsumen karena penyerapan kelembapan, kelembutan, dan kenyamanannya yang sangat baik.

kain non woven juga digunakan pada alas karpet dan bahan kulit sintetis, memberikan dukungan kuat bagi keragaman dan fungsionalitas produk rumah tangga.

1. Filtrasi dan Kedap Suara: Kain bukan tenunan banyak digunakan dalam filter dan bahan kedap suara kabin otomotif. Ini secara efektif menyaring udara, menghilangkan kotoran dan bau, untuk memberikan lingkungan interior yang segar. Selain itu, sifat kedap suara yang sangat baik mengurangi transmisi kebisingan, meningkatkan kualitas penumpang ‘ kenyamanan selama perjalanan.

2. Bahan Interior: Kain bukan tenunan juga biasa digunakan dalam produksi komponen interior otomotif seperti jok, karpet, dan headliner. Karakteristiknya yang lembut dan menyerap keringat membuat jok dan interior lebih nyaman sehingga meningkatkan pengalaman berkendara secara keseluruhan. Apalagi kain bukan tenunan memiliki daya serap kelembapan yang baik, membantu menyerap kelembapan di dalam kendaraan dan menjaga lingkungan interior tetap kering.

3. Penguatan dan Ketahanan Aus: Dalam manufaktur mobil, kain bukan tenunan sering digunakan sebagai bahan penguat kerangka lembaran karet atau dikombinasikan dengan karet untuk menghasilkan komponen seperti segel dan cincin sambungan kolom kemudi.Aplikasi ini secara signifikan meningkatkan kekuatan, ketahanan aus, dan fleksibilitas komponen, sehingga memperpanjang masa pakainya.

4. Alternatif Lingkungan: Karena karakteristiknya yang ramah lingkungan, kain bukan tenunan secara bertahap menggantikan beberapa bahan manufaktur otomotif tradisional seperti produk busa.Hal ini membantu mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi mobil dan mendorong pembangunan berkelanjutan industri otomotif.

5. Pengurangan Biaya: Dengan terus diperkenalkannya jenis kain bukan tenunan otomotif baru, produsen mobil sedang menjajaki penggunaan produk ini untuk menggantikan bahan yang lebih mahal seperti jok kulit.Hal ini tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga memenuhi permintaan konsumen akan bahan-bahan berbiaya rendah. biaya, produk otomotif berkinerja tinggi.

Prospek pasar kain bukan tenunan menunjukkan tren yang positif dan luas.Pasar kain bukan tenunan global telah mengalami pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Inovasi teknologi telah menghasilkan kinerja yang lebih tinggi dan area aplikasi yang lebih luas untuk produk kain bukan tenunan, sementara meningkatnya kesadaran lingkungan telah mendorong permintaan konsumen akan produk kain bukan tenunan yang ramah lingkungan. Selain itu, munculnya pasar baru telah membawa peluang pertumbuhan baru bagi pasar kain bukan tenunan.

Penerapan kain bukan tenunan di bidang medis sangat menonjol, seperti pada gaun bedah, masker, dan perlengkapan tidur medis, yang memenuhi persyaratan kebersihan yang tinggi dalam industri medis dengan sifat antimikroba, antibakteri, dan bernapas.

Di sektor rumah tangga, kain bukan tenunan banyak digunakan dalam pembuatan furnitur dan tempat tidur karena kenyamanan dan daya tahannya.Selain itu, kain bukan tenunan berperan penting dalam bidang pertanian, seperti pada film pertanian, yang dapat menekan pertumbuhan gulma dan mengatur pertumbuhan tanaman. lingkungan.

Dengan meningkatnya permintaan akan bahan ramah lingkungan, permintaan pasar akan kain bukan tenunan sebagai bahan berkelanjutan akan terus meningkat. Produsen kain bukan tenunan besar harus memantau dengan cermat tren pasar, meningkatkan inovasi teknologi, dan meningkatkan upaya pembangunan merek untuk merebut lebih banyak pangsa pasar dan mencapai perkembangan yang lebih baik.

1. Biaya Bahan Baku: Bahan baku utama kain bukan tenunan adalah serat, termasuk serat alam dan kimia. Fluktuasi harga bahan baku secara langsung mempengaruhi biaya produksi kain bukan tenunan sehingga mempengaruhi harga pasarnya.
2. Investasi Peralatan Produksi: Kualitas dan kinerja kain bukan tenunan yang dihasilkan oleh model dan kualitas peralatan produksi yang berbeda bervariasi, yang juga mempengaruhi harga kain bukan tenunan. Peralatan produksi yang maju seringkali menghasilkan kain bukan tenunan dengan kualitas lebih tinggi dan lebih efisien, namun biaya peralatannya relatif tinggi.
3. Pasokan dan Permintaan Pasar: Situasi penawaran dan permintaan di pasar kain bukan tenunan merupakan faktor penting yang menentukan harganya. Ketika permintaan melebihi pasokan, harga cenderung naik; sebaliknya, ketika ada kelebihan pasokan, harga bisa turun.
4. Standar dan Sertifikasi Lingkungan : Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, produk kain bukan tenunan yang memenuhi standar dan sertifikasi lingkungan menjadi lebih populer di pasaran. Produk-produk ini seringkali mengadopsi proses dan bahan yang lebih ramah lingkungan selama produksinya, sehingga harganya mungkin relatif lebih tinggi.
5. Perbedaan Regional: Faktor seperti tingkat perkembangan ekonomi, daya beli konsumen, dan kebijakan industri di berbagai daerah juga mempengaruhi harga kain bukan tenunan.Umumnya, daerah maju dengan permintaan pasar yang lebih besar mungkin memiliki harga yang relatif lebih tinggi, sedangkan daerah kurang berkembang mungkin memiliki harga yang relatif lebih rendah karena lebih rendah biaya
6. Kebijakan Perpajakan: Kebijakan pajak pemerintah juga mempengaruhi harga kain bukan tenunan, misalnya insentif pajak untuk produksi atau penjualan kain bukan tenunan dapat menurunkan biaya produksi sehingga mempengaruhi harga pasar.

Anda memberitahu kami. Kami mendengar.

 

Jika Anda ingin mengetahui tentang bahan baku pampers bayi, pampers dewasa, pembalut wanita, tisu basah dan produk higienis lainnya, maka Anda dapat menghubungi kami melalui formulir di sebelah kanan, atau kirim email langsung ke: jessica@juhuachuang.com. Jika Anda memerlukannya, kami menyediakan sampel gratis.